Rabu, 30 Maret 2011

Fungsi Scraft/Scarf Di Pencinta Alam


Fungsi Scraft/Scarf Di Pencinta Alam

Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam

            Untuk sejarahnya silahkan browsing Bro and Sis di Mbah Gugel. Setelah berdiskusi dengan sebagian anggota pencinta alam, ternyata eh ternyata masih banyak dari anggota pencinta alam yang sedikit agak adalah dengan bingung.



            Padahal untuk memperoleh scraft itu bukan dengan cara yang mudah, perlu pengorbanan berupa jiwa, hati, raga, waktu sampai materi. Namun setelah mendapatkan apakah ada perubahan pada diri pencinta alam tersebut??? Jawabannya relative.
            Nama aslinya bukanlah scraft tapi scarf namun inilah Indonesia yang asal nyeplos tanpa mengetahui sejarahnya, mungkin dapat dilihat di http://www.timetoscarf.com/serba-scarf/scarf.
            Yuk kita sharing apa sebenarnya fungsi scraft di pencinta alam. Kalo di skibpala fungsi scraft yang pertama untuk menandakan jika itu adalah anggota skibpala ketika berkegiatan, kedua untuk menunjukkan tingkatan pendidikan di skibpala mulai dari calon anggota, anggota muda hingga anggota aktif, ketiga berfungsi untuk tanda bahwa ada sekelompok suatu organisasi jika ada di alam terutama sebab jika baju yang sama biasanya cepat kotor Bro and Sis, kelima untuk incidental jika ada kegiatan darurat seperti untuk survival, ppgd dan teman-teman.
            Untuk keenam dan seterusnya kami ingin masukan dari Bro and Sis anggota pencinta alam dimanapun Anda berada, semoga yang ringan dapat terpecahkan.

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”
»»  Baca Selengkapnya...

Nama Lapangan “Pembadohan atau Penghormatan”

 
Nama Lapangan
“Pembadohan atau Penghormatan”

Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam

            Jika kita berbicara tentang anggota pencinta alam maka tidak dapat dilepaskan dengan nama lapangan, dengan nama lapangan yang diberikan dapat kita ketahui bahwa nama lapangan adalah trend di anggota pencinta alam.



            Namun pro – kontra selalu terjadi dengan beriringnya bias dari nama lapangan yang diberikan oleh sebuah organisasi. Ad beberapa orgnisasi yang berpendapat bahwa nama lapangan berfungsi untuk menghormati anggotanya, namun apa benar ??? sebab nama yang diberikan selama ini terkadang malah menyakitkan hati anggotanya dan juga dapat dilihat bahwa dalam hal ini tidak melihat bagaimana orang tua memberi nama anggota tersebut.
            Sedangkan adapula yang mengatakan bahwa nama lapangan berfungsi untuk mempererat persahabatan dan persaudaraan di dalam organisasi pencinta alam. Sebaiknya  nama lapangan tidak diberikan agar anggota tersebut terbebas dari kebohongan, ketidak sopanan dan sifat tidak menghormati, apalagi jika nama tersebut diberikan oleh orang tua sendiri.
            Namun inilah dinamika pencinta alam, semua alasan dapat diterima bergantung kebijakan dari anggota dan organisasi pencinta alamnya masing-masing. Oleh karena itu pilih yang terbaik sebab hidup hanya sekali.  

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”
»»  Baca Selengkapnya...

Pecinta Alam Atau Pencinta Alam


Pecinta Alam Atau Pencinta Alam

Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam



                Sebelum kita coba bedah makna “pecinta alam” secara tersirat, mari kita coba pecah terlebih dahulu makna secara tersurat dari kata “pecinta alam”. kata “pecinta alam” terdiri dari dua kata yaitu “pecinta” dan “alam”. kata yang pertama (pecinta) merupakan sebuah subyek yang berasal dari kata “cinta”. kata “cinta” sendiri memiliki arti yang sangat luas. Pendefinisiannya bisa tergantung dari siapa yang mendefinisikan. kata “cinta” menurut pengertian seorang ABG dapat jauh berbeda dari pengertian seorang yang telah dewasa. namun di sini saya tidak akan membahas terlalu jauh mengenai arti dari kata “cinta” tersebut.

            Secara umum kata “cinta” dapat mengandung arti “menyayangi”, “menjaga”, “ingin memiliki”. sedangkan kata “alam” merupakan obyek dari kata “cinta” tadi nah, ketika kita memiliki rasa yang bermakna “cinta” tersebut, maka dalam diri kita akan timbul rasa sayang, bangga, ingin selalu berada dekat, ingin selalu menjaga, dan tidak rela jika sesuatu yang kita cintai tersebut hilang, atau rusak, atau bahkan diambil oleh orang lain, dalam hal ini adalah alam. alam sebagai obyek yang kita cintai merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar kita beserta seluruh elemen-elemennya.

            Jadi secara keseluruhan kata “pecinta alam” dapat memiliki makna, orang-orang (subyek/pecinta) yang mencintai alam dan berusaha untuk selalu menjaga kelestarian dan keaslian alam. Sedangkan ke-pecinta alam-an merupakan sebuah pegangan hidup dimana kita sebagai seorang pecinta alam harus selalu berjalan pada pegangan hidup tersebut sesuai dengan kode etik dan prinsip.

            Setelah kita jabarkan makna dari “pecinta alam”, baru kita semua dapat mengetahui bahwa pada dasarnya jika hanya sekedar kegiatan petualangan (pendakian, hiking, panjat tebing, dll) kita tidak perlu menyandang nama “pecinta alam”. karena sesungguhnya makna “pecinta alam” jauh lebih dalam daripada pengertian tersebut. namun tidak dapat di pungkiri, bahwa sebagian besar kegiatan-kegiatan seorang pecinta alam bergerak di bidang petualangan. hal ini disebabkan karena memang alam yang kita cintai ini tidak mengenal batasan ruang dan waktu, maka kemampuan, pengetahuan dan aktifitas berpetualang juga wajib dikuasai dan dilakukan oleh seorang pecinta alam dimana dengan tujuan sebagai penunjang visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan alam ini. Namun tetaplah mengingat bahwa makna pecinta alam dikembalikan lagi kepada organisasinya masing-masing, jadi tidak aka nada yang lebih benar jika memang pemahamannya kurang benar.

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 24 Februari 2011

Haruskah Pendidikan Pencinta Alam Dikomersialisasi


Haruskah Pendidikan Pencinta Alam Dikomersialisasi


Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam

            Janganlah pelit ilmu sebab semakin banyak kita memberi ilmu, maka akan semakin banyak pula kita akan mendapat ilmu. Hal ini sejalan di mana jika kita memberi tanpa pamrih maka balasan dari sang pencipta untuk kitapun tak dapat kita duga-duga kembalinya.



            Kami yakin Himapala adalah tempat orang-orang yang mempunyai “rasa,” dalam arti mereka akan ikhlas dalam hal memberi, sebab di Himapala kami di ajarkan untuk berkorban dan loyal dalam segala hal yang baik tentunya. Itupun dapat kita lihat dari para anggotanya yang mana dengan rela memberikan pendidikan dengan pengorbanan yang tidak sedikit untuk mengembangkan organisasi maupun komunitas pencinta alam di daerahnya masing-masing.

            Namun dengan berjalannya waktu, yang terlihat saat ini adalah di mana anggota Himapala melakukan bisnis terselubung “niatnya.” Coba lihat betapa mereka sangat khawatir jika alat-alat atau logistic mereka jika untuk pembinaan Organisasi Pencinta Alam (OPA), meski mereka sudah melakukan dan menghitung segala sesuatunya secara objective dan professional tentunya.

            Namun apakah mereka juga melupakan suatu hal yang lebih penting dari semua pertimbangan-pertimbangan tersebut. Hal itu tidak lain adalah nurani, di mana seharusnya mereka rela memeberi ilmu dan pembinaan tanpa harus dengan harga yang cukup tinggi jika dilihat dari sudut pandang para siswa jika kita melihat sispala. Bukankah kehilangan dan kerusakan alat dapat mereka minimalisir bahkan menghilangkan dengan bekal ilmu dan profesionalitas yang telah mereka miliki.

            Bukankah mereka lebih terdidik dan lebih jauh sudah memikirkan hal ini? Jika memang belum, baiklah, mari kita bersama-sama melihat kesederhanaan dan keikhlasan yang diberikan oleh orang yang tidak pernah memakan bangku kuliah namun mereka tetap memiliki nurani. 

            Seperti yang dilakukan seorang bapak penjaga kawasan Kali Putih, Sumber Suko, Pasuruan. Yang mana tempat ini biasa dilakukan sebagai tempat kegiatan organisasi pencinta alam. Namun bapak penjaga ini saat ditanya berapa harga sewa yang sepatutnya kami berikan untuk mengganti biaya sewa tempat itu. Beliau dengan tulus menjawab bahwa “Pendidikan itu seharusnya gratis mas, di sini kami sangat senang jika tempat kami dijadikan tempat untuk pendidikan yang tentu saja akan memberikan kebaikan yang hakiki.”

            Pertanyaannya yang menantang adalah apakah Himapala sanggup paling tidak memberi pendidikan untuk sispala tanpa pamrih ataupun minimal ada bargaining wajar bagi pendidikan OPA? Jika kita melihat Himapala, pasti jawabannya adalah iya, sebab Himapala mempunyai harga diri dan juga kapasitas untuk itu. Namun akankah itu terjadi??? Mari bersama-sama kita renungi, dikusikan dan lakukan meski dari hal yang terkecil. Sebab Himapala bukanlah PT. yang komersial.

Kirim jawaban sahabat beserta komentarnya, semoga dapat menjadi bahan introspeksi & inspirasi. . .

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”
»»  Baca Selengkapnya...

Mbak Lestari Atau Salam Lestari


Mbak Lestari Atau Salam Lestari


Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam



            Lestari apa mas begitu kata yang diucapakan oleh seorang wanita cantik saat ada sekumpulan orang yang meneriakkan kata tersebut, hal ini merupakan suatu reflek dari orang yang mempunyai nama depan, tengah maupun belakang lestari. Belakangan  kita mengerti bahwa Lestari itu adalah seorang wanita berparas cantik  yang telah digoda oleh sekumpulan orang, apakah sekumpulan orang tersebut tertarik dengan kecantikan wanita yang bernama lestari ataukah mereka hanya iseng belaka atau bahkan mereka sedang mengancam dan mau membunuh si lestari??? Lestari sayang lestari malang.  

            Nah sekarang apa sih lestari itu, ternyata usut punya usut kata  lestari itu merupakan salam yang selalu diucapkan para pencinta alam, salam yang mempunyai arti makna yang begitu dalam ini sangat indah didengar dan juga memiliki harapan kedepan yang besar bagi alam dan lingkungan. Jadi pastilah alam dan lingkungan ini akan terlihat cantik seperti halnya mbak Lestari jika kita mengucapkan salam ini.

            Namun ada juga komunitas yang mengatas namakan pencinta alam yang menggunakan salam selain salam lestari yakni Assalamu’alaikum yah ini memang salam yang wajib diucapkan oleh setiap muslim jika bertemu saudaranya, maksudnya salam rimba, ehm salam ini sangat mengundang suatu bias pemikiran bagi siapa saja yang mendengar, kesan liar, kaku dan petualangan tergambar dibenak siapa saja yang mendengar maupun yang mengucapkan.

            Jadi bagi yang mengaku pencinta alam pasti tahu salam mana yang harus diucapkan terlebih dahulu dan salam apa pula yang sejatinya digunakan oleh para anggotanya, dengan salam itu diharapkan alam akan benar-benar secantik mbak Lestari.

Kirim jawaban sahabat beserta komentarnya, semoga dapat menjadi bahan introspeksi & inspirasi. . .

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”

»»  Baca Selengkapnya...

Pelajaran Sederhana Dari Pak Rektor


Pelajaran Sederhana Dari Pak Rektor


Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam



            Saat perkuliahan berlangsung, cuaca mendung mengiringi para anak manusia dalam segala aktifitasnya, tak terkecuali di kelas D3 Tata Boga, Fakultas Teknik, di mana angin berhembus kencang dengan awan comulunimbus yang bergelantung di langit. Tak ayal banyak pula barang-barang yang tak dapat diduga terbang dengan cepat, mulai dari daun, kertas, plastic dan lain-lain yang disempurnakan dengan turunnya rizki dari sang pencipta alam yang diturunkan dari langit.

            Namun 30 menit sebelum hal tersebut terjadi, ternyata ada hal yang sedikit namun dapat membelalakkan mata kita semua, di mana motto “Talk Less Do More” benar-benar dilakukan meski tanpa melihat siapa yang melakukan, namun percayalah bahwa hasilnya akan luar biasa.

            Mungkin yang sedikit ini dapat kita renungi, pada saat kita terlalu biasa dengan sampah di kiri kanan kita, namun apa yang dilakukan oleh salah satu pemimpin kita dapat kita jadikan cerminan, apa yang beliau lakukan tanpa ada niat sedikitpun orang yang melihat tapi percayalah bahwa Allah maha melihat. Pak rector tanpa malu memungut sampah dari sebuah koridor yang mana beliau tidak melihat bahwa para Mahasiswanya melihat dengan mata kepala sendiri, itulah yang membuat kami sebagai Mahasiswa bergetar.

            Betapa tidak, apa yang di contohkan Pak rector adalah hal yang sederhana namun mengena dan kamipun melihat bagaimana loyalitas yang diberikan oleh Pak rector, betapa muka ini merah padam saat kita sebagai anggota pencinta alam malah bersikap acuh yang membuat kita terkesan apatis dan hanya bersandar pada slogan pencinta alam saja. Namun inilah bukti nyata yang sedikit yang bermanfaat bagi kita semua.

            Bagaimana dengan Kita? sudahkah kita mulai dari hal yang kecil yang mana kita sebagai anggota pencinta alam dapat sebagai contoh bagi Mahasiswa lain untuk disipilin dalam segala hal, termasuk hal yang sedikit-sedikit namun lama-lama menjadi kebiasaan? Atau kita hanya peduli dengan hanya sampah kita, bukankah itu kurang wahai engkau anggota pencinta alam?

Kirim jawaban sahabat beserta komentarnya, semoga dapat menjadi bahan introspeksi & inspirasi. . .

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”
»»  Baca Selengkapnya...

Persepsi tentang Latihan Kepemimpinan Keterampilan Himapala (LKKH)


Persepsi tentang Latihan Kepemimpinan Keterampilan Himapala (LKKH)


Asslmlkum wr.wb
Salam Lestari. . .Sahabat Alam



            Selama ini apakah persepsi Anda tentang kata Latihan Kepemimpinan Keterampilan Himapala (LKKH) ? apakah latihan memimpin dan keterampilan dalam bidang out door sport, jika memang iya, maka mari kita diskusikan bersama tentang kata tersebut.

            Ketika beberapa calon anggota ditanya, apa maksud untuk mengikuti LKKH dengan terlebih dahulu memahami arti LKKH, sebagian besar mereka berkata bahwa LKKH adalah ajang untuk berlatih dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan anggotanya dan meningkatkan keterampilan anggotanya di bidang out door sport.
           
            Sekarang bagaimana dengan persepsi Anda tentang kata LKKH tersebut, apakah sama dengan calon anggota? Apakah goal dari LKKH adalah seperti itu? Bukankah Himapala mempunyai goal yang kedepan lebih dari sekedar itu? Dengan jujur apa benar dahulu saat kita mengikuti LKKH juga mempunyai persepsi seperti itu?

            Latihan Kepemimpinan Keterampilan Himapala (LKKH) jika dilihat dari makna aslinya dapat kita ketahui jika kita berlatih untuk memimpin dan terampil dalam memimpin, tentu saja hal tersebut harus terlebih dahulu mengetahui goal mendasar apa yang seharusnya didapatkan setelah mengikuti LKKH, goal yang paling mendasar tersebut tidak lain adalah sanggup dan terampil dalam memimpin diri sendiri. Dengan tercapainya hal tersebut tentunya akan melancarkan proses menuju anggota pencinta alam yang seutuhnya.

            Hal tersebut tidak bisa kita anggap remeh, sebagai contoh beberapa hal yang sepele jika kita kurang mengerti atau menganggap remeh dari goal yang dicapai saat mengikuti LKKH adalah kurangnya tanggung jawab, dapat dibuktikan dari kelalaian terhadap hal-hal kecil dalam setiap kegiatan berupa kehilangan, kecelakaan, maupun hal yang lebih penting yang lain seperti mengenal lebih dalam esensi pencinta alam. Dapat juga kita ambil contoh di bidang perkuliahan, di mana Himpala terkenal dengan sebutan Himpunan Mahasiswa Paling lama yang mana jika mau jujur sudah berapa orang anggota pencinta alam yang kuliahnya molor atau bahkan Drop out.

            Dengan jujur pula penulispun merasakan hal tersebut, namun setelah mengerti esensi dari LKKH maka dengan semangat anggota pencinta alam maka tidak ada kata sulit bahkan menyerah untuk bangkit kembali menjadi anggota pencinta alam yang “well grounded,” mengutip dari kata Profesor Lutfi nurlela (mbak ella). Yakni dapat diartikan Mahasiswa yang cerdas, pintar, jujur, sopan dan Agamis.
 
            Setelah kita berhasil mencapai goal dari LKKH maka sudah seharusnya kita saling berpacu, berintergritas, bersemangat untuk kembali mewujudkan kejayaan Himapala dengan kretifitas dan inovasi para anggota-anggotanya. Oleh karena itu mari kita memberi sebanyak mungkin untuk Himapala dengan hati yang ikhlas.

Kirim jawaban sahabat beserta komentarnya, semoga dapat menjadi bahan introspeksi & inspirasi. . .

Salam Lestari. . .Sahabat Alam
wsslmkum wr.wb.


        A-tong Phinandhita Prianto
“Belajar menjadi sahabat alam”
»»  Baca Selengkapnya...